17 Sep 2011

Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Untuk Pemetaan Kerusakan Bangunan Akibat Awan Panas Merapi Tahun 2010 di sebagian Daerah Cangkringan

Postinganku kali ini untuk mempublikasikan hasil kerja kerasku selama beberapa bulan terakhir ini.. dengan sedikit tersiksa, akhirnya selesai juga Tugas akhir ku yang berjudul "Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh Untuk Pemetaan Kerusakan Bangunan Akibat Awan Panas Merapi Tahun 2010 di sebagian Daerah Cangkringan".

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan tujuan untuk : (1) Memetakan bangunan yang rusak akibat letusan Gunung Merapi tahun 2010 (2) Menghitung jumlah tingkat kerusakan bangunan akibat letusan Gunung Merapi 2010.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan 2 metode yaitu metode kualitatif untuk menentukan tingkat kerusakan bangunan dan metode kuantitatif untuk menghitung jumlah kerusakan bangunan. Interpretasi Visual awan panas menggunakan data citra Digital Globe WorldView2 Tahun 2010  yang menghasilkan daerah yang terdampak aliran awan panas, interpretasi visual objek bangunan menggunakan data citra Ikonos Tahun 2007 yang menghasilkan peta tentatif objek bangunan. Kedua peta ini di overlay serta dilakukan interpretasi visual bangunan yang terdampak aliran pyroclastic surge untuk mendapatkan tingkat kerusakan bangunan. 

Hasil penelitian jumlah kerusakan bangunan menunjukkan Desa yang mengalami keadaan paling parah dalam kerusakan adalah Desa Kepuharjo dengan 804 bangunan rusak berat yang mencapai persentase sebesar 74 %, 48 bangunan rusak sedang sekitar 5 % dan 90 bangunan rusak ringan sekitar 8 %, kemudian Desa Glagaharjo dengan 401 bangunan rusak berat dengan persentase 54 %, 44 bangunan rusak sedang sekitar 6 %, dan 68 bangunan rusak ringan dengan persentase 9 %, Desa Wukirsari mengalami kerusakan 295 bangunan rusak berat sekitar 10 %, 44 bangunan rusak sedang sekitar 1 %, dan 32 bangunan mengalami rusak ringan dengan persentase 1 %, dan Desa Argomulyo dengan bangunan rusak berat berumlah sekitar 23 dengan persentase sekitar 3 %, 58 bangunan mengalami rusak sedang yaitu sekitar 7 %, dan 30 bangunan rusak ringan dengan persentase 3 %.

Penelitian ini bisa dikatakan mudah, juga bisa dikatakan susah.. mudahnya karena mendigitasi atap bangunan yang tidak maupun yang mengalami kerusakan akibat awan panas sangat mudah..apalgi menggunakan software ArcGIS 9.3 pekerjaan ini sangat tidak sulit.. tetapi jika berhadapan dengan interpretasi maka ini adalah pekerjaan yang sangat sulit..

Aku punya tips yang bisa dijadikan acuan buat temen-temen semua untuk melakukan interpretasi.. yaitu:
1. Ucapkan Bismillah
2. Pahami 8 Unsur Interpretasi Citra
3. Jika ada objek yang tak mengerti jangan langsung diinterpretasi.. intinya interpretasi yang mudah   dulu
4. Buatlah kunci interpretasi sebelum melakukan interpretasi
5. Jangan lupa.. bahwa interpretasi tidak bisa mengabaikan survei lapangan
6. Percayalah bahwa ALLAH akan menuntun mu.. 

Semoga penelitian ini bermanfaat bagi siapa aja yang ada di dunia ini..
jika ingin melihat..silahkan download DISINI


Before Erruption


After Erruption

1 komentar:

citra ikonosnya dpt dr mana?

Poskan Komentar